IGTV: Instagram Siap Tikung Youtube & SnapChat di Bisnis Video-Sharing

IGTV: Instagram Siap Tikung Youtube & SnapChat di Bisnis Video-Sharing
Ilustrasi Indowonders/JiiLibranto

INDOWONDERS – Instagram Rilis IGTV, platform video-sharing dengan format tampilan vertikal seperti Instagram Stories dengan durasi video sampai  dengan 1 jam.

Instagram mengadakan konferensi pers di kantornya yang berlokasi di kota San Francisco pada 20 Juni 2018.

Dikutip dari highlights event tersebut melalui kanal Youtube CNET, Kevin Systrom selaku founder & CEO mengumumkan pencapaian Instagram dengan memiliki sebanyak 1 milyar pengguna aktif per bulan.

Meskipun menyebut pencapaian tersebut merupakan berita besar, Kevin menambahi bahwa Instagram punya pengumuman yang tidak kalah besar, dan hal ini berkaitan dengan Video yaitu IGTV.

Apa itu IGTV?

IGTV adalah aplikasi yang menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna untuk menonton video berdurasi panjang secara vertikal.

IGTV bukanlah sebuah fitur baru, tetapi merupakan sebuah aplikasi yang berdiri sendiri diluar aplikasi utama Instagram.

Kenapa dirilis Sekarang?

Kevin menjelaskan bahwa kebiasan remaja sekarang menurun sekitar 40% dalam meluangkan waktu menonton televisi dibandingkan 5 tahun lalu.

Terjadi lonjakan sekitar 60% penonton video di Instagram. Lonjakan tersebut tidak lepas dari besarnya jumlah kreator dan kreator baru dan mengunggah kontennya ke Instagram.

Melihat fenomena tersebut, Instagram menyadari ada sesuatu masalah yang belum memiliki solusi. Media tempat untuk menonton video sudah tua dan ketinggalan zaman. Saat ini penonton menonton video di gawainya sesuai format televisi.

Sumber foto: Instagram-press.com
Sumber foto: Instagram-press.com

Penonton hanya diberikan dua pilihan. Penonton harus memutar layar gawai untuk menonton video atau harus rela menonton video dengan tampilan yang sangat kecil dan sudah waktunya ada gebrakan di platform video-sharing.

Pengguna seharusnya tidak bersusah payah mencari video dari kreator berkualitas diantara timbunan video dan video lucu kucing lainnya.

Bagaimana cara kerjanya?

Video yang pengguna tonton di IGTV secara otomatis akan tampil memenuhi layar gawai sebagaimana pengguna biasanya memegang gawai secara vertikal.

Konten video yang di IGTV memiliki durasi lebih panjang dari pada video yang bisa diunggah dan ditonton maksimum 1 menit di Instagram.

Aplikasi ini menerapkan fungsi penting yang ada pada televisi, yaitu menayangkan langsung tanpa harus mencari terlebih dahulu.

Saat pengguna membuka aplikasi, secara otomatis video akan ditayangkan. IGTV memastikan video yang tayang adalah video berkualitas dari kreator dengan topik yang pengguna inginkan.

Jika ingin mencari kreator baru, pengguna hanya perlu mengusap tampilan layar untuk melihat video yang ada di kanal kreator tersebut.

Pengguna bisa berinteraksi dengan kreator maupun penonton lainnya di kolom komentar sekaligus memeriksa konten lain di kanal kreator tersebut tanpa harus menutup video terlebih dahulu.

Bisa didapatkan dimana?

Untuk menggunakan IGTV, update terlebih dahulu aplikasi Instagram ke versi yang paling baru. Setelah itu unduh dari Google Play untuk pengguna Android dan di Apps Store untuk pengguna iOS.

Cara penggunaannya?

Setelah mengunduh IGTV, pengguna bisa masuk ke aplikasi menggunakan username dan password akun Instagram tanpa harus mendaftar kembali.

Jika pada gawai yang sama aplikasi Instagram sedang aktif maka pengguna tidak harus mengisi form sign-in.

Pengguna akan diberikan pilihan untuk lanjut masuk dengan akun Instagram yang sudah login atau tekan pilihan Switch Account di bagian kiri bawah layar jika ingin masuk dengan akun lain.

Jika pengguna memilih masuk dengan akun lain, pengguna akan diberi dua pilihan; Masuk dengan ID dan password atau masuk menggunakan akun Facebook.

Pada tampilan awal IGTV pengguna akan melihat kolom pencarian, foto profil, tombol pengaturan serta tab pilihan:

  • For You berisi kumpulan video rekomendasi berbagai kreator dari seluruh dunia;
  • Following berisi kumpulan video dari akun yang pengguna ikuti;
  • Popular berisi kumpulan video yang sedang trending;
  • Continue Watching berisi daftar video yang sudah ditonton atau belum selesai ditonton.

Pengguna bisa mengusap poster video ke kanan dan kekiri pada setiap tab pilihan untuk melihat video dari kreator lain.

Jika ini pertama kali kamu menggunakan IGTV, maka pada saat mengetuk foto profil akan muncul pop-up pilihan Create Channel.

Membuat kanal di IGTV

Setelah mengetuk foto profil, kamu akan diberikan sekilas informasi mengenai IGTV.

  • Usap ke kiri sampai ujung halaman informasi dan ketuk tombol Create Channel;
  • Ketuk kembali foto profil untuk melihat kanal yang sudah dibuat;
  • Ketuk foto profil untuk melihat tampilan feed di profil Instagram;
  • Ketuk icon [ + ] untuk menambahkan video dari galeri gawai;
  • Khusus untuk pengguna yang pertama kali menggunakan IGTV akan muncul pop-up IGTV meminta izin untuk mengakses galeri gawai;
  • Tekan OK untuk mengizinkan;
  • Pilih video yang ingin dibagikan;
  • Ketuk Next di kanan atas pada tampilan preview video;
  • Ketuk Edit Cover untuk mengganti poster video;
  • Ada dua pilihan untuk mengganti poster:
    • Pilih poster dari galeri, atau
    • Pilih poster dari video itu sendiri dengan cara mengetuk dan menggeser timeline video;
  • Setelah itu, Isi judul video di kolom Title;
  • Isi Deskripsi Video di kolom Description;
  • Aktifkan pilihan Facebook Page jika video ingin dikirimkan juga ke Fan Page Facebook;
  • Lalu tekan Post untuk mengunggah video

Selamat! kamu sudah jadi kreator IGTV.

Uniknya, pada saat video pertama ditayangkan maka akan muncul tampilan gerombolan semut seperti tampilan televisi saat tidak ada siaran.

Cocok untuk dipakai siapa?

Aplikasi ini ditujukan untuk siapapun yang sudah berumur 12 tahun dan ingin membagikan karya videonya.

Sumber foto: Instagram-press.com
Sumber foto: Instagram-press.com

Aplikasi tersebut terintegrasi dengan informasi pengguna yang ada di Instagram. Saat pengguna mengunduh video, maka pengguna tersebut sudah menjadi bagian dari kreator IGTV.

Pengguna dibebaskan untuk mengunggah video apakah itu berisi motivasi, mengutarakan pendapat atau hanya sekedar ingin membagikan aktivitas sehari-hari.

Untuk penonton dan kreator yang mengakses IGTV melalui jaringan seluler, yang harus diantisipasi adalah besarnya penggunaan kuota internet.

Karena pada saat aplikasi diluncurkan secara otomatis video akan tayang. Saat menulis komentar, memberi Like, mengirim pesan pribadi dan saat melihat isi kanal kreator pun video tetap tayang.

Jadi hal ini harus pengguna benar-benar perhatikan saat memutuskan untuk menggunakan aplikasi IGTV.

Apa sebutan penggunanya?

Sebutan nama penonton dan kreator di IGTV memang tidak diumumkan pada event tersebut. Pengguna dan komunitasnya lah yang nantinya akan menelurkan sebutkan diantara mereka.

Sederhananya mungkin dibelakang nama IGTV ditambah akhiran er atau s . Seperti Youtube dan youtuber, SnapChat dengan snaps, Twitter dengan tweeps dan Blog dengan blogger.

Ada iklannya?

Menurut penerawangan indowonders kemungkinan BESAR ada. Karena Instagram sebagai pemilik IGTV merupakan anak perusahaan Facebook. Perusahaan kaliber media sosial terbesar dengan pemasukan utamanya datang dari iklan.

Untuk pemilik usaha dan brand-brand diluar sama memiliki ruang baru untuk memasarkan produknya dengan cara yang baru pula.

Kreator dibayar?

Sejauh ini indowonders belum melihat ada fitur monetisasi seperti yang ada di Youtube.

Ketika video sudah diunggah, hanya ada pilihan Like, Comment, Send to DM, Browse video lain dan pilihan Delete dan View Insight untuk pemilik video.

Semoga saja fitur monetisasi videonya segera dirilis , ya!

Bebas konten tidak bermutu?

Regulasi yang aturan yang ada pada IGTV sama dengan yang sedang diterapkan di aplikasi Instagram.

Pengguna dilarang untuk mengunggah konten pornografi, kekerasan, kebencian, diskriminasi, menggunakan karya orang lain seperti video maupun musik yang dilindungi copyright.

Sumber foto: Instagram-press.com
Sumber foto: Instagram-press.com

Secara terpisah dikutip dari BBC Kevin menyebutkan bahwa tidak semua video yang diunggah akan diizinkan tayang di IGTV.

Kevin berjanji Instagram dan IGTV merupakan platform yang aman, ramah dan terbuka untuk semua pengguna.

Ia menambahkan bahwa sulit sebenarnya berspekulasi bagaimana isi konten dan pengguna di IGTV dimonitor secara real-time.

Sebagai bahan pertimbangan untuk memastikan IGTV aman dan adil dalam memutuskan konten yang layak dan tidak layak, Instagram akan melihat bagaimana prilaku dan kebiasaan pengguna berinteraksi dengan pengguna lain, kreator dan video yang ada pada IGTV.

Ada aplikasi sejenis?

Pesaing terbesar Instagram di bisnis video-sharing Youtube dan SnapChat Discover buatan SnapChat.

Youtube

Youtube memiliki 1.5 miliar pengguna aktif setiap bulan dan 30 juta pengguna setiap hari. Setiap pengguna rata-rata menghabiskan waktu sekitar 40 menit menonton video dan lebih dari 5 miliar video ditonton setiap hari.

Jika diakumulasikan per durasi, maka ada sepanjang 300 jam video yang diunggah ke Youtube setiap harinya dan lebih dari 1 miliar pengguna mengakses Youtube melalui gawai dan 80% dari total pengguna Youtube berasal dari luar Amerika.

Youtube memiliki fitur untuk menonton video secara vertikal. Contoh video vertikal di Youtube bisa kamu lihat video Klip Agung Hapsah ‘Drunk Love’ ft. GBrand.

SnapChat

SnapChatmemiliki 300 juta pengguna aktif setiap bulan dan 187 juta pengguna aktif setiap hari. 18% dari total pengguna SnapChat berasal dari Amerika.

Lebih dari 1 juta photo dan video dibagikan ke SnapChat, rata-rata pengguna meluangkan 30 menit menggunakan SnapChat dan lebih dari 10 miliar kali video ditayangkan setiap harinya.

71% pengguna SnapChat dibawah umur 34 tahun dengan 70% dari total pengguna berjenis kelamin perempuan.

Pengguna dibawah usia 25 tahun meluangkan waktu sekitar 40 menit di SnapChat setiap harinya dan lebih besar dari durasi waktu luang pengguna di Instagram pada demografik yang sama.

Kesimpulannya?

IGTV yang menawarkan pengalaman baru dalam menonton video sedikit banyak pasti menarik minat kreator di platform lain untuk tergiur bergabung.

Persaingan di bisnis video-sharing pasti semakin memanas apalagi dikarenakan para kreator memiliki pilihan lain berkreasi dengan jumlah pengguna yang aktif yang banyak sekali karena IGTV tidak dimulai dari 0 tetapi terintegrasi dengan pengguna Instagram.

Melihat antusias dan loyalnya pengguna Instagram serta didukung penuh oleh Facebook, maka IGTV memiliki jalan mulus untuk bersaing di bisnis video-sharing.

Jika IGTV mampu memenuhi ekspektasi untuk menyaring konten hoax, provokasi serta konten tidak bermutu lainnya dan memberikan rekomendasi tayangan berkualitas, maka tidak akan butuh waktu lama bagi Instagram menyalip para pesaingnya.

Jika platform ini diminati maka akan ada banyak pihak diluar Instagram yang merasakan manfaat dan potensinya.

Pengguna akan memiliki banyak pilihan tontonan berkualitas, pengguna yang ingin mengejar karir sebagai kreator, para kreator memiliki ruang untuk berekspresi, para pemilik usaha yang memiliki ruang baru untuk memasarkan produk, para agensi iklan bakal kebanjiran job, para videografer dan banyak kelompok dan individu yang akan merasakan dampak positif dari hadirnya IGTV.

Jika kamu ingin fokus menjadi kreator video dan mencari wadah baru dan belum memiliki banyak saingan, maka inilah kesempatan kamu. Tidak ada salahnya menggunakan IGTV. Siapa tahu rejeki!