Ulasan Deadpool 2: Berparas Rambo Berhati Rinto

ilustrasi ulasan deadpool 2 by INDOWONDERS
Ilustrasi Indowonders/JiiLibranto

Tayang perdana pada Mei 2018, film Deadpool 2 menandakan sosok anti-hero dengan watak yang susah ditebak, celotehan kotor serta beraksi secara sadis masih memiliki banyak cerita untuk disampaikan kepada penikmat film, dan berikut ulasan Deadpool 2.

Penikmat film yang saya maksud disini adalah kamu yang sudah berumur 17 tahun keatas atau yang sudah cukup dewasa untuk melihat sisi hiburan dari celotehan kasar dan kotor serta adegan-adegan sadis banjir darah sepanjang awal hingga akhir film.

Film Deadpool 2 pada ulasan Deadpool 2 berlabel R-Rated pada penayangan diseluruh dunia, tidak ada pengecualian. Julian Dennison yang berperan sebagai Firefist pun belum diizinkan untuk menonton film ini di negara asalnya Selandia Baru karena belum cukup umur.

Jika melihat suasana di bioskop saja pun masih banyak orang dewasa yang geleng-geleng dan teriak saat melihat adegan-adegan sadis yang dipertontonkan oleh Deadpool pada film ini.

Pada ulasan Deadpool 2 ini, Deadpool bukanlah Spiderman yang memiliki tingkah konyol dengan celotehan lucu yang bergelantungan kesana-kemari menolong dan disukai banyak orang. Deadpool jauh dari label suka menolong, gerakannya susah ditebak dan benar-benar tidak mengenal kata ampun.

Meskipun nantinya film ini sudah tidak tayang lagi di bioskop dan bisa ditonton melalui layanan streaming, dvd dan bluray, ketahuilah kalau film ini bukan tontonan yang layak untuk anak-anak. Indowonders sarankan untuk membaca ulasan Deadpool 2 sebelum memutuskan menonton dengan siapa.

Pada film Deadpool 2 ini juga kamu bakal banyak sekali mendengar nama Wolverine disebutkan. Deadpool memang digambarkan memiliki kedekatan tersendiri dengan Wolverine.

Deadpool dan Wolverine memang sama-sama berasal dari X-Men Universe. Selain itu mereka juga semasa muda berjuang bersama sebagai prajurit bayaran yangdisaksikan di film X-Men Origin: Wolverine (2009).

Pada ulasan Deadpool 2 penonton dibuat percaya kalau kehadiran Deadpool pada film X-Men Origin: Wolverine memang dianggap sebagai sebuah kegagalan. Pada film Deadpool 2, Ryan Renold yang berperan sebagai Deadpool kembali mengolok-ngolok versi Deadpool yang dia mainkan sendiri pada tahun 2009 tersebut.

Film ini memang menganut konsep breaking the fourth wall dimana karakter yang ada pada film menyadari betul kalau dia cuma karakter yang diciptakan untuk kebutuhan film.

Pada film Deadpool 2 ini Deadpool berbicara mengenai ambisi Deadpool berada dalam satu frame bersama Wolverine, mengolok-ngolok gagalnya Ryan Renold sebagai Green Lantern, malasnya penulis saat memutuskan Cable memiliki banyak kekurangan agar fit dengan cerita di film ini membicarakan Josh Brolin yang berperan sebagai Cable dan kebetulan berperan sebagai Thanos di film Avengers: Infinity War.

Cerita dalam film ini tidak sesederhana yang ditampilkan pada promo-promo trailer yang dipublish berbulan-bulan lalu. Sosok Cable bukanlah menu utama yang harus disantap Deadpool hingga akhir cerita. Setidaknya itu yang bisa indowonders sampaikan pada ulasan Deadpool 2 agar tidak terlalu spoiling.

Benar memang pada trailer digambarkan Deadpool terlihat mengadakan audisi untuk membentuk X-Force untuk menghadapi Cable. Tapi tidak sesederhana ini. Bahkan pemilihan nama X-Force juga memiliki alasan tertentu.

Melalui film ini juga para penggemar komik Marvel khususnya X-Men Universe patut berterima kasih karena beberapa karakter yang tidak pernah dimainkan dan yang gagal dimainkan pada film-film X-Men sebelumnya muncul pada film Deadpool 2.

Ada 2 sosok yang paling menarik perhatian pada ulasan Deadpool 2 yaitu Domino dan Juggernaut. Domino bertemu dengan Deadpool melalui audisi X-Force sedangkan Juggernaut tampil pad…. ah enggak mau spoiler.

Zazie Beetz sangat berhasil memainkan karakter Domino. Seorang wanita biasa yang selalu beruntung, selalu. Sosok Domino pada ulasan Deadpool 2 ini mengingatkan indowonders dengan serial Stan Lee’s Lucky Man yang memiliki kekuatan yang sama.

Gaya bicara Domino yang sangat percaya diri dan seperti menarik ulur ucapan lawan bicaranya membuat sosok ini semakin sempurna dan tepat rasanya disandingkan dengan Deadpool. Domino cocok sekali menjadi penengah antara Deadpool dan keputusan konyolnya sesaat sebelum beraksi maupun saat menjalankan aksinya.

Apa lagi saat audisi X-Force, saya sangat terpukau dengan gaya bicara Domino. Renyah sekali terdengar ditelinga. Deadpool saja sampai berkata dia lolos audisi meskipun Deadpool susah menerima kenyataan bahwa keberuntungan bukanlah sebuah kekuatan super yang bisa dipakai pada saat melawan kejahatan.

Juggernaut? di Trailer kok tidak muncul? Spoiler, ya? Bukan. Pada laman IMDB terlihat Ryan Renold diinformasikan mengisi suara Juggernaut, jadi menyebut nama Juggernaut bukanlah sebuah spoiler. Lagian ulasan Deadpool 2 mana yang tidak mengandung secuil spoiler, hah?

Menyenangkan sekali rasanya bisa melihat sosok Juggernaut pada film Deadpool 2. Sebelumnya Juggernaut muncul pada film X-Men: The Last Stand (2006) dan yah begitulah penggambarannya, kurang memuaskan.

Juggernaut pada beberapa komik diceritakan pernah melawan HULK. Betul, melawan HULK dan  seharusnya Juggernaut memiliki postur tubuh sebesar HULK bukan tidak seperti manusia yang banyak menghabiskan waktu di pusat kebugaran.

Pada film Deadpool 2 sosok Juggernaut digambarkan menyerupai sosok di komik. Besar, tinggi, susah ditebak dan loyal kepada tuannya. Memang sih, untuk ukuran sosok Villain yang pernah melawan Hulk, sepertinya penulis menurunkan kekuatan Juggernaut agar fit dengan cerita pada film ini.

Karakter yang memiliki banyak porsi dibandingkan dengan film sebelumnya adalah Dopinder, seorang supir taksi yang mengidolakan Deadpool dan rela melakukan apa saja agar dibawa ikut melawan kejahatan.

Collosus juga semakin banyak porsinya pada film ini, bahkan jauh lebih banyak dari film sebelumnya dan ikut menjadi inti cerita yang memicu Deadpool saat mengambil sebuah keputusan.

Sayangnya pada ulasan Deadpool 2 indowonders jelaskan penonton melihat Negasonic Teenage Warhead harus rela tampil sedikit di film ini, bisa dihitung dengan jari berapa kali karakter ini muncul sendiri maupun berada dalam satu frame dengan Deadpool.

Kekuatan Negasonic yang cocok dimunculkan pada saat pertempuran jarak jauh memang kurang cocok disandingkan dengan Deadpool yang biasa bertarung jarak dekat.

Ada satu judul film yang terlintas di kepala saya saat menonton film Deadpool 2 dan saat menulis ulasan Deadpoool 2, film tersebut dimainkan oleh Bruce Willis. Jalan ceritanya mirip.

Untuk yang belum nonton, film Deadpool masih tayang di bioskop dan bisa menjadi tontonan alternatif jika kamu kehabisan tiket Solo: A Star Wars Story atau kamu kebetulan bukan penggemar Star Wars.

Kembali diingatkan, film ini kurang layak ditonton oleh anak-anak dan bukan merupakan film keluarga yang cocok ditonton saat libur sekolah tiba.

Setelah filmnya habis, jangan buru-buru beranjak dari tempat duduk. Akan ada dua post credit yang berisi adegan-adegan yang bakal membuatmu tertawa dan geleng-geleng kepala.

Jadwal tayang Deadpool 2 berada diantara Avengers: Infinity War dan Solo: Star Wars Story. Apakah Deadpool 2 mampu mengalahkan dominasi Avengers: Infinity War di tangga box office? baca selengkapnya di Deadpool 2: Mencari Peruntungan di Antara Avengers & Star Wars.

Kamu juga bisa follow indowonders di media sosial FacebookTwitter dan Instagram.

Comments

comments