Ulasan 13 Reasons Why Season 2

Ilustrasi Indowonders/JiiLibranto

Ulasan 13 Reasons Why Season 2 ini membahas cerita yang ada pada serial original Netflix; 13 Reason Musim ke-2. Diingatkan kepada kamu yang belum nonton, jika kamu ingin berencana menonton serial ini tanpa terkontaminasi informasi yang diulas di sini, sebaiknya skip membaca ulasan ini.

Indowonders semampu mungkin untuk membuat ulasan tanpa membeberkan informasi-informasi penting terkait alur cerita pada serial ini. Jadi mari kita mulai saja Ulasan 13 Reasons Why Season 2 ini.

Setelah sukses dengan serial 13 Reasons Why (2017), Netflix melanjutkan produksi untuk musim kedua dan keseluruhan episode dirilis bersamaan pada pada 18 Mei 2018.

Episode yang ada pada serial musim kedua ini masih melanjutkan cerita dari musim selanjutnya dimana seorang Hannah Baker (Katherine Langford) memutuskan untuk mengakhiri hidupnya setelah mengalami rentetan kejadian tidak menyenangkan selama menjalani masa remaja.

Kita ketahui bahwa sebelum Ulasan 13 Reasons Why Season 2 ini, pada musim pertama serial 13 Reasons Why berfokus kepada kumpulan kaset tape yang berisi 13 alasan kenapa Hannah Baker akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidup.

Berbeda dari pattern musim pertama dimana setiap episode membahas 1 alasan kenapa Hannah Baker mengakhiri hidup, pada musim kedua berfokus kepada pengaruh panjang kepada banyak pihak atas aksi Hannah Baker tersebut seperti pada Ulasan 13 Reasons Why Season 2 ini.

Keputusan Hannah Baker berdampak positif dan negatif untuk lingkungan keluarga, pergaulan dan sekolahnya. Setelah menyelesaikan ke 13 episode musim kedua ini, bisa dikatakan lebih banyak dampak buruknya sepertinya. Apalagi terkhusus kepada orang-orang yang namanya disebutkan namanya dalam tape tersebut.

Dalam Ulasan 13 Reasons Why Season 2 terlihat setiap episode terbongkar cerita-cerita lain yang tidak disinggungkan pada pengakuan Hannah yang ada pada kaset tape tersebut dan keputusannya untuk mengakhiri hidup tidak sesederhana dia merasa tertekan dan memutuskan begitu saja.

Dimusim kedua ini juga ditekankan bahwa pergaulan, komunitas, keluarga dan lingkungan pendidikan berperan penting kepada setiap individu yang sedang dalam masa pertumbuhan dan sedang dalam tahap mencari jati diri.

Pentingnya terbuka akan banyak hal kepada orang tua, teman dekat dan kepada pembimbing di sekolah membantu remaja untuk tidak berfikir dia sendiri dalam menghadapi keadaan yang memaksa dia untuk mengambil tindakan yang kurang tepat.

Dalam permasalahan pada serial 13 Reasons Why, seorang Hannah Baker memutuskan untuk mengakhiri hidup karena tertekan dalam bergaul disekolah maupun setelahnya. Hannah merasa dia tidak punya kuasa untuk berkata tidak kepada orang yang telah memaksanya untuk berhubungan badan.

Hannah merasa gagal saat membangun pertemanan dengan satu individu maupun kelompok tertentu. Keterbukaan Hannah di kumpulan tape yang dia tinggalkan hanya meninggalkan garis besar bahwa dia sedang terluka dan tidak ada yang peka untuk menolong. Setidaknya hal itulah yang ditangkap oleh beberapa orang yang mendengarkan isi kaset tersebut.

Sehingga hanya rasa bersalah lah yang tumbuh dan dirasakan oleh orang-orang yang namanya disebutkan pada kaset tersebut. Sebagian memutuskan untuk berdiri tegak dan merasa memiliki bertanggung jawab untuk mencari keadilan kepada Hannah Baker dan sebagian lagi berusaha membersihkan nama baiknya.

Dalam serial ini diceritakan bahwa praktek bullying yang terjadi di sekolah dan diluar jam sekolah memiliki pemicu dan berdampak panjang kepada korban dan pelaku. Serial ini bisa dibilang sangat baik dalam meletakkan pesan-pesan penting disetiap episodenya.

Serial ini jelas bukan tontonan remaja meskipun berlatarbelakang cerita kehidupan remaja. Akan ada banyak sekali adegan kekerasan, umpatan-umpatan dan adegan yang cukup mengganggu mata, jika pun ada remaja yang ingin menonton serial ini, sebaiknya didampingi oleh orang dewasa.

Tapi kalau bisa sih jangan ditonton dulu jika belum cukup umur. Bukan cuma karena belum cukup umur, bayangkan anak remaja menonton bersama orang tua dan isinya adegan setengah telanjang, bersetubuh dan adegan lain yang rasanya kurang pantas ditonton bersama. Awkward!

Satu hal lagi, serial ini ditujukan kepada kamu yang memiliki keterbukaan pandangan terhadap banyak hal dan cukup dewasa dalam berkesimpulan. penonton akan diajak untuk mengerti bahwa isi pikiran anak remaja yang sedang dalam pertumbuhan itu benar-benar tidak sesederhana “kalau ada masalah, cerita ya…”.

Kemampuan remaja dalam bercerita sangat terbatas dan cendrung menyimpannya untuk dihadapi sendiri, remaja merupakan masa dimana satu individu susah sekali untuk percaya kepada orang maupun keadaan dan mudah sekali mematahkan semangatnya.

Melalui serial musim kedua ini juga pihak Netlix dan 13 Reasons Why mengajak setiap individu yang sedang menghadapi masalah dan sebaiknya membuka diri untuk bercerita karena dengan keterbukaan, satu langkah berat sudah terlewati.

Pihak 13 Reasons Why menyediakan platform khusus kepada orang-orang untuk berbagi pandangan, cerita maupun meminta bantuan di 13reasonswhy.info.

Semoga ulasan ini bermanfaat dan untuk yang belum mengikuti serial 13 Reasons Why, bisa subscribe dan Stream seluruh episodenya di Netflix.

Comments

comments