Sejarah Coca-Cola dan Fakta Menarik di Balik Kisah Suksesnya

Photo by Jamakassi on Unsplash

Sejarah Coca-Cola dan Ide pembuatan minuman berkarbonasi populer tersebut tidak lahir dari ahli peracik minuman profesional tapi seorang veteran perang Amerika berpangkat letnan kolonel.

John Stith Pemberton adalah sosok dibalik lahirnya brand dengan slogan “Open Happiness” dan “Always Coca-cola” ini.

Foto: John Pemberton / Via commons.wikimedia.org

John Pemberton tidak berasal dari keluarga penyuling minuman dan bukan juga peracik minuman.Di masa mudanya, John Pemberton menempuh jalur perguruan tinggi di Reform Medical College of Georgia di kota Macon negara bagian Georgia.

Pada umur 19 tahun John memegang lisensi untuk membuka praktik farmasi. John Pemberton memang sangat meminati ilmu pengetahuan seputar kimia.

Tiga tahun kemudian John menikahi Ann Eliza Clifford Lewis, tepatnya pada tahun 1853 dan dikaruniai seorang putera bernama Charles Ney Pemberton pada tahun 1854.

7 tahun kemudian tepatnya pada tahun 1861, terjadi perang saudara di Amerika Serikat dengan isu kontroversi perbudakan yang menjadi pemicunya.

Foto: American Civil War / Via en.wikipedia.org

John Pemberton ikut menjadi relawan perang dan bertugas di Third Cavalry Battalion untuk Georgia State Defense Force selama 4 tahun hingga perang usai pada 22 juni 1865.

Dua bulan sebelum perang usai, John Pemberton terkena tusukan pedang di area dadanya saat bertugas di Battle of Columbus yang terjadi pada 16 April 1865.

John Pemberton tidak banyak pilihan, saat itu ia menggunakan morfin secara reguler untuk meredakan rasa sakit yang ia derita.

Setelah perang usai, John malah kecanduan menggunakan morfin. Pada tahun 1866 ia memulai eksperimen untuk meracik obat penghilang rasa sakit sekaligus obat untuk mengatasi kecanduannya terhadap morfin.

Resep pertamanya berasal dari senyawa sirup dengan bahan aktif yang diturunkan dari tanaman beracun Cephalanthus occidentalis yang umum ditemukan di Alaska.

Erythroxylum novogranatense var. Novogranatense (retouched).jpg
Foto: Tanaman Coca / Via en.wikipedia.org

Experimen selanjutnya John mengikutsertakan tanaman Coca dan minuman beralkohol Coca Wine yang merupakan campuran antara anggur dan kokain dan menjadi cikal bakal racikan minuman modern Coca-Cola.

Betul, sampai di sini kamu tidak salah baca. Dalam Sejarah Coca-Cola Penemunya adalah mantan pecandu morfin dan racikan awal Coca-Cola mengandung kokain.

Apa sekarang juga minuman Coca-Cola mengandung kokain? tentu tidak.

Pada akhir abad ke-19, penyalahgunaan narkoba membuat Francis Burton Harrison seorang negarawan dan juga pernah diutus menjadi duta besar Amerika untuk Filipina mengajukan undang-undang pajak Harrison Narcotics.

Francis Burton Harrison.jpg
Foto: Francis Burton Harrison / Via en.wikipedia.org

Undang-undang ini memiliki kekuatan untuk mengatur dan mengenakan pajak atas produksi, impor dan distribusi opiate (obat-obatan turunan opium) dan produk coca (mengandung kokain).

Undang-undang tersebut disetujui pada 17 Desember 1914. Produk yang terkena dampak adalah produk-produk minuman beralkohol yang mengandung kokain seperti Coca Wine yang menjadi turunan konsentrasi racikan Coca-cola.

Jadi sejak 100 tahun lalu, Coca-cola tidak lagi mengandung senyawa sintesis kokaina (kokain).
Tapi masih mengandung alkohol, dong? itu juga tidak.

Pada tahun 1886, 18 tahun sebelum undang-undang Harrison Narcotics disahkan, daerah Atlanta dan Fulton County mengesahkan undang-undang Temperence.

Temperence dikenal sebagai gerakan sosial melawan meminum minuman beralkohol secara berlebihan dan memabukkan.

Gerakan ini sudah ada sejak 1820 dan menjadi inspirasi dua daerah didalam negara bagian Georgia untuk mengesahkan undang-undang tersebut.

Dengan disahkannya undang-undang tersebut, Pemberton harus mengakali versi pertama racikan minumannya yang dia sebut “Pemberton’s French Wine Coca” agar bebas dari senyawa organik alkohol.

Kondisi tersebut tidak menghambat laju John Pemberton untuk menyempurnakan produk minumannya.

Malahan atas bantuan seorang pemilik toko obat-obatan bernama Willis E. Venable, Pemberton tidak sengaja mencampur senyawa sirup dengan air berkarbonasi.

Pemberton berkomitmen untuk melanjutkan racikan ini untuk mengubah citra “Pemberton’s French Wine Coca” yang sedari awal dikenal sebagai minuman berkhasiat meredakan sakit penyakit menjadi sebuah brand minuman yang menyegarkan dan diproduksi secara massal.

Nama Coca-Cola bukan merupakan ide original John Pemberton. Ide pemberian nama Coca-Cola berasal dari Frank Mason Robinson.

Coca-Cola Logo 1887
Foto: Sejarah Coca-Cola – Logo awal Coca-Cola / Via coca-cola.co.uk

Frank merupakan seorang marketer dan pengiklan asal kota Corinth negara bagian Maine Amerika Serikat.

Frank Mason beserta kolega bisnisnya David Doe datang ke Atlanta dan berencana untuk menjual mesin print ciptaan mereka.

Sewaktu di Altanta, Frank dan David bertemu dengan Pemberton dan terjadilah kesepakatan kerjasama dan membentuk sebuah badan usaha bernama Pemberton Chemical Company.
Frank Mason Robinson menyarankan pergantian nama formula sirup tersebut dengan nama Coca-Cola.

Kata Coca berasal dari dedaunan coca dan Cola berasal dari ekstrak kola nuts, kedua bahan tersebut ada dalam racikan sirup itu.

Foto: Iklan pertama Coca-Cola / Via Wikimedia Commons

Frank juga menambahkan kalau pengucapan kata Coca-cola terdengar berirama dan memiliki rima.

Keluarga besar Pemberton bukanlah pemilih paten formula Coca-Cola. Di masa tuanya, John Pemberton ternyata masih berjuang untuk mengatasi rasa candu akan morfin dan mulai merasakan kesakitan.

Pemberton memiliki motivasi tinggi bahwa Coca-Cola suatu saat akan dikenal di seluruh Amerika.

Ia ingin mewarisi bagian kepemilikannya terhadap perusahaan Pemberton Chemical Company kepada anaknya. Tetapi anaknya tidak menginginkan saham dan ingin bagian kepemilikan tersebut di uangkan saja.

Untuk itu Pemberton rela menjual sahamnya kepada Asa G. Cadler dengan total investasi sebesar 2300 US Dollar.

Pemberton meninggal dunia pada tahun 1888 disebabkan oleh kanker perut.
Pada tahun 1892 Asa G. Cadler beserta adiknya John S. Chadler dan Frank Mason Robinson mengubah nama perusahaan menjadi Coca-Cola Company.

Frank Mason Robinson lah orang dibalik cepat tanggapnya Coca-Cola mengubah formula sirupnya agar tidak mengandung senyawa sintesis kokaina agar tidak melanggar undang-undang Pure Food & Drug dan undang-undang Harrison Narcotics & Tax.

Robinson memutuskan untuk pensiun dari perusahaan pada tahun 1914. Asa G. Chadler sempat mengemban tugas sebagai walikota Atlanta selama tiga tahun pada tahun 1916 – 1919.
Pada tahun 2017 Coca-Cola menjadi merk dagang minuman nomor 1 di dunia menurut interbrand dan menjadi merek dagang no 4 di dunia.

Sejak 1 Mei 2017 James Quincey menjabat sebagai CEO Coca-Cola Company. Coca-Cola juga menjadi sponsor resmi untuk Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia.

Hasil gambar untuk coca-cola fifa world cup 2018
Via The Coca-Cola Company

Coca-cola menjalankan bisnisnya secara waralaba. Secara teknis, Coca-Cola Company hanya memproduksi minuman dan menjualnya kepada berbagai perusahaan pembotolan di seluruh dunia.

Cara bisnis Coca-Cola tersebut membuat merk dagang ini berkembang pesat dan tidak butuh waktu lama untuk masuk keberbagai negara diluar Amerika.

Hasil gambar untuk coca-cola indonesia
Via Lifestyle Indonesia

Coca-Cola pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1927. De Koenig seorang insinyur berkebangsaan Belanda membawa Coca-Cola dalam kemasan utuh.

Lalu pada tahun 1932 diproduksi secara massal oleh Netherland Indische Mineral Water Fabrieck, merekalah yang membotolkan Coca-Cola untuk pertama kalinya dan pembotolan dipusatkan di Batavia (sekarang: Jakarta).

Pada saat penjajahan Jepang tahun 1941 – 1945, distribusi Coca-Cola di Indonesia terhambat dan dihentikan.

Setelah proklamasi, pembotolan Coca-Cola beroperasi kembali di bawah komando The Indonesia Bottles Ltd Nv (IBL).

Tercatat terdapat 11 pabrik pembotolan Coca-Cola di Indonesia dan pada tahun 1972 Coca-Cola Amatil mengakusisi hampir keseluruhan pabrik pembotolan di Indonesia kecuali yang beroperasi di kota Manado.

Dikutip dari laman wikipedia, Coca-Cola Company tercatat cukup agresif dalam melakukan akusisi. Sebut saja merk Minute Maid yang diakusisi pada tahun 1960, Thums Up pada tahun 1993, Barq’s pada tahun 1995. Odwalla pada tahun 2001, Fuze Beverage pada tahun 2007.

Tidak hanya mengakusisi merk-merk minuman, Coca-Cola Company pernah membeli Columbia Pictures pada tahun 1982 dan menjualnya kepada Sony pada tahun 1989.

Untuk Indonesia sendiri, Coca-Cola Amatil juga tidak kalah agresifnya dalam melakukan akusisi dan pemasaran produk diantaranya Frestea, Ades, Minute Maid,Coke Zero, Aquarius & Nutriboost.

Lebih dari 50 merk minuman yang diproduksi dan didistribusikan oleh Coca-Cola Company. Beberapa diantaranya yang mungkin pernah kamu konsumsi adalah Fanta, Sprite, A&W Root Beer, Minute Maid, Coca-Cola, Coca-Cola Zero, Frestea & Ades.

Semoga menginspirasi, genk!

Baca sejarah Instagram di SEJARAH INSTAGRAM DAN FAKTA MENARIK DI BALIK KISAH SUKSESNYA. Kamu juga bisa menikmati informasi dari indowonders di media sosial FacebookTwitter dan Instagram.

Comments

comments