Kristen Wiig Berperan Sebagai Cheetah di Sekuel Wonder Woman

Ilustrasi Indowonders/JiiLibranto

DCEU kembali menggandeng Patty Jenkins mengisi bangku sutradara untuk sekuel film Wonder Women setelah membuktikan kualitasnya sebagai sutradara dengan berhasil membawa film Wonder Women menduduki tangga Box Office pada tahun 2017 lalu.

Walaupun judul untuk sekuel selanjutnya belum dikonfirmasi oleh DCEU dan Warner Bros, Gal Gadot dipastikan kembali berperan sebagai Diana Prince/Wonder Woman. Film ini dijadwalkan tayang pada awal November 2019.

Dikutip dari Omega Underground, proses pembuatan film akan dimulai pada bulan Mei 2018 dan lokasi syutingnya berada di salah satu studio Warner Bros di Britania Raya. Informasi tersebut juga dikonfirmasi oleh produser Charles Roven saat sesi wawancara dengan ComicBook.

Spekulasi diantara para penggemar Wonder Woman muncul berkaitan dengan siapa musuh selanjutnya, karakter apa saja yang bakal muncul di sekuel tersebut dan siapa aktor/aktris yang dipanggil untuk ikut dalam produksinya.

Rumor beredar pada sekuel ini Wonder Woman akan berhadapan dengan Cheetah, salah satu rival berat Diana Prince di komik yang merupakan bagian dari Villainy, Inc.Secret Society of Super-Villains dan Injustice League yang dibentuk oleh Lex Luthor bersama Deathstroke.

Warner Bros tidak membantah rumor tersebut. Malah, melalui twitter pribadinya Patty Jenkins menginformasikan keikutsertaan karakter villain Cheetah di sekuel selanjutnya sekaligus menyambut dan memperkenalkan Kristen Wiig dalam keluarga besar Wonder Woman dan akan mengisi peran tersebut.

Cheetah sendiri memiliki empat versi alter-ego. Versi pertama adalah Pricilla Rich yang muncul pada periode Golden Age, periode dimana pertama kali diperkenalkannya Batman, Wonder Woman, The Flash dan Green Lantern.

Versi kedua adalah Deborah Domaine yang muncul pada periode Silver Age, dimana pada periode tersebut DC Comics memperkenalkan Captain Comet dan Martian Manhunter serta menggali lebih dalam karakter Green Lantern, Hawkman dan Atom. Pada periode tersebut juga Barry Allen pertama kali ditampilkan sebagai The Flash.

Versi ketiga adalah Barbara Ann Minerva yang merupakan versi modern dari Cheetah. Barbara diceritakan sebagai seorang arkeolog berkebangsaan Inggris berpetualang untuk menemukan suku legendaris Urzkartagan yang pada akhirnya membawa dia mengikuti ritual menjadi medium dewa cheetah suku Urzkartagan yang dijanjikan hidup abadi dan memiliki kekuatan melebihi suku Amazon.

Versi keempat adalah Sebastian Ballesteros, satu-satunya alter-ego Cheetah berwujud pria. Sebastian yang merupakan seorang pengusaha kaya asal Argentina yang berhasil memindahkan kekuatan Cheetah dari Barbara Minerva. Sebastian lah versi Cheetah yang bergabung dengan Injustice League dan Secret Society of Super Villains.

Dengan diperkenalkannya Kristen Wiig sebagai Cheetah, kecil kemungkinan karakter Cheetah dikembangkan sampai versi keempat. Belum ada konfirmasi apakah Kristen Wiig berperan sebagai alter-ego Deborah Domaine, Pricilla Rich atau Barbara Minerva.

Untuk hal ini, indowonders memiliki analisa sementara. Dari ketiga versi selain Sebastian Ballesteros, indowonders menganggap diantara versi Pricilla dan Minerva lah kemungkinan yang bakal muncul pada sekuel Wonder Woman ini.

Versi Pricilla Rich yang diperkenalkan pada periode Golden Age kemungkinan bakal diangkat kisahnya di sekuel ini karena versi ini berhubungan erat dengan kisah Justice League di Prime Earth.

Prime Earth itu apa? Sederhananya, komik keluaran DC maupun Marvel sama-sama memiliki satu ciri khas, yaitu memiliki banyak realitas dan bumi memiliki banyak versi. Jadi kalau misalnya melihat ada beberapa penggemar karakter superhero sedang beradu argumen mengenai idolanya, harus ditengahi dulu dengan bertanya ini yang sedang dibahas karakter superhero yang berasal dari bumi versi apa.

Karena banyaknya versi bumi, hal tersebut membuat komikus DC Comics dan Marvel memiliki ruang kecil untuk berkolaborasi pada beberap issue. Bahkan pada versi crossover Avengers/Justice League America sempat diceritakan Infinity Gauntlet jatuh ketangan Darkseid tetapi tidak bisa digunakan karena Infinity Stones hanya berfungsi di Marvel Universe. Hawkeye juga diceritakan pernah melihat Darkseid dan melaporkan ke Avengers bahwa ia (Darkseid) lebih kejam dari pada Thanos.

Jadi sebelum berdebat, dilihat dulu versinya apa. Terutama untuk penggemar DC Comics dan Marvel, dari pada berdebat kenapa enggak dinikmati saja keduanya. Komikus DC dan Marvel saja pun akur berkolaborasi.

Nah, kembali lagi ke Prime Earth. Prime Earth merupakan penamaan dari gabungan beberapa versi bumi, yaitu; Earth, Earth-One, New Earth dan Earth-Prime. Film Justice League (2017) berlokasi di Prime Earth.

Jika sekuel Wonder Women mengangkat cerita setelah kejadian di film Justice League, maka Pricilla Rich memiliki peluang besar diangkat namanya dalam sekuel tersebut. Selain karena Pricilla Rich memiliki versi di Prime Earth, pada Golden Age juga lah Wonder Woman pertama kali diperkenalkan dan cerita Justice League fokus dikembangkan.

Barbara Ann Minerva juga memiliki peluang besar. Cheetah versi ini juga berasal dari Prime Earth tepatnya di New Earth. Versi Modern dari Cheetah ini kemungkinan bakal dipilih kalau film Wonder Woman diangkat setelah kejadian pada film Justice League, tepatnya Wonder Woman Modern dipertemukan dengan Cheetah Versi Modern.

Kemungkinan penggambaran versi-versi bumi dan superhero bakal diangkat kedalam film solo The Flash karena The Flash adalah salah satu karakter superhero yang memiliki kekuatan untuk berpindah ruang dan waktu termasuk kekuatan berpindah-pindah ke berbagai versi bumi.