Jangan Bermain Game Sebelum Tidur

Photo by taha ajmi on Unsplash

Tulisan ini tidak menggunakan satupun fakta medis ataupun penelitian sebagai pembenaran kenapa bermain game sebelum tidur bukan cuma merusak kualitas tidur tetapi juga merubah siklus jam tidur setiap harinya.

Isi tulisan ini merupakan pengalaman pribadi indowonders yang memiliki kebiasaan bermain game sebelum tidur di malam hari dan bagaimana akhirnya lepas dari kebiasaan tersebut.

Masuk ke dunia perkuliahan membuat jam tidur mulai berantakan. Kebiasaan begadang dan mengkonsumsi kopi yang berlebihan membuat kebiasaan buruk ini terlihat normal-normal saja.

Photo by Element5 Digital on Unsplash

Kebiasaan tersebut mulai menjadi gaya hidup, tidur ketika pagi menjelang dan bangun ketika matahari sedang terik-teriknya.

Hal ini didukung pula dengan jadwal kuliah yang tidak pernah dimulai dari pagi hari. Terkadang siang, bahkan ada satu hari jam kuliah hanya di sore hari.

Apakah jadwal tersebut membuat proses perkuliahan menjadi fokus? Tidak. Malah tidak semangat, padahal kuliahnya sore hari dan seharian tidak melakukan aktifitas berat.

Setelah pulang kuliah, pertanyaan mulai muncul. Sudah malam, tetapi tenaga masih banyak. Mau melakukan aktifitas apa kalau sudah malam begini?

Mulailah mencari aktifitas tambahan untuk menghabiskan waktu, dan keputusan jatuh kepada komputer.

Komputer pada saat itu memiliki kemampuan yang sebenarnya terbatas kalau dibandingkan dengan komputer yang sekarang.

Hal yang bisa dilakukan pada saat itu adalah bermain game secara lokal menggunakan jaringan LAN bersama teman satu kontrakan.

Photo by Mark Cruz on Unsplash

Game Age of Empire III keluaran Ensemble Studio merupakan pilihan tepat untuk menghabiskan waktu hingga mata lelah agar bisa tidur.

Tetapi keputusan tepat tersebut malah berakibat buruk untuk jam tidur. Sebelumnya tidur rata-rata pada jam 4 atau 5 pagi.

Setelah bermain game, minimal jam 7 pagi bahkan pernah bablas sampai jam 11 menjelang makan siang.

Kebiasaan buruk semakin bertambah, bermain game sampai siang hari, setelah makan siang baru tidur.

Tired woman wearing a uniform closes her eyes near a sunny window
Photo by Stacey Rozells on Unsplash

Semester selanjutnya, tantangan semakin berat menyangkut siklus hidup sehari-hari. Jadwal kuliah kebanyakan dimulai pagi hari.

Bagaimana mengakalinya? Tentu saja dengan tidak tidur agar tidak telat kuliah. Tidurnya nanti saja sepulang ngampus. Toh biasanya juga tidur setelah makan siang.

Pulang kuliah jam 10 pagi dan mata belum ada tanda-tanda menurun staminanya. Lanjut main game lagi sampai siang hari. Sambil bermain game tidak lupa seduh kopi.

Bukan malah semakin baik hari demi hari, justru ngantuk datang ketika sore tiba. Pada saat itu indowonders belum menyadari apa penyebab siklus bangun, beraktifitas dan tidur bisa berubah sebegininya.

Photo by Timothy Meinberg on Unsplash

Muncul lah ide brilian, bagaimana kalau ketika ngantuk di sore hari tapi jangan tidur. Bablaskan saja sampai malam agar malam hari bisa mengantuk dan tidur. Bangun di pagi hari dan permasalahan selesai.

Untuk mengisi waktu sore ke malam hari, ngapain? kalau aktifitas keluar badan capek. Pilihan jatuh kepada komputer.

Pada saat itu internet sudah masuk ke kontrakan. setiap komputer sudah terkoneksi dengan internet.

Photo by Thomas Jensen on Unsplash

Selain browsing apa aktifitas yang menyenangkan? Tentu saja online gaming.

WOW, bisa bermain game tanpa harus nunggu teman hidupin kompi. Tinggal Sign in, random pilih tim bermain lalu ready to go.

Malam sudah tiba dan badan sudah lemas, tetapi mata dan kuping terasa segar sekali.

Apakah tidur? tentu tidak. Online game tidak mengenal kata “pause”, apalagi kalau sedang multiplayer.

Photo by Alex Baber on Unsplash

Bablas lah sampai subuh. Kalau tidur jam segini dan pagi ada kelas kuliah merupakan keputusan yang salah kalau dilanjutkan tidur.

Lanjutlah bangun sampai pagi hari, dan tetap kuliah dengan kondisi tidak tidur seharian.

Badan semakin terasa rontok tetapi entah kenapa mata dan kuping seperti full stamina dan hal tersebut berlanjut ke semester-semester selanjutnya.

Ada suatu ketika indowonders bermain game tetapi volumenya kecil. Apa yang terjadi? rasanya bermain game berbeda sekali.

A busy office desk with a sophisticated display of technological devices including computer, music players, speaker, mac and a cup.
Photo by Jeff Sheldon on Unsplash

Terasa kurang kompetitif dan cendrung membosankan. Indowonders mulai bertanya-tanya apa pengaruh alur game jika tidak ada suara latarnya? toh interface permainan tetap sama, tetapi kenapa rasanya berbeda.

Indowonders coba bermain game online lagi di malam hari. Tetapi kali ini volume dan fitur chat dimatikan.

Rasanya sangat membosankan. Biasanya ngantuk datang jam 4 atau 5 pagi. Sekarang jam 1 saja sudah ngantuk.

Photo by Julian Howard on Unsplash

Mulai timbul pemikiran, pembuatan sebuah produk game tidak memakan waktu yang sedikit dengan tenaga manusia sedikit pula.

Pasti melalui proses pre-production dan post-production. Segala aspek pasti sudah dipikirkan berkaitan dengan alur cerita, grafis, musik, pemasaran dan maintenance.

Indowonders mencoba mengingat bagaimana asyiknya bermain Mario Bros. Terasa sangat menyenangkan sekali.

Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Ada kalanya gagal menghadapi rintangan, tapi tidak jarang pula dengan mengikuti ketukan suara latar yang sedang dimainnya kita bisa melewati rintangan dengan mudah.

Sekarang sedang tenar game MOBA 5V5 seperti Mobile Legends. Indowonders coba memainkannya dan mari kita coba analisa dari segi suara.

Mumpung game ini sedang digemari maka besar kemungkinan apa yang dibasah familiar dengan pembaca.

Pertama kita mulai dari suara narator. Pada awal permainan narator Mobile Legends akan berkata “Welcome to mobile legends, 5 seconds til enemy reaches the battlefield, smash them. All troops are deployed”.

Photo by Jippe Joosten on Unsplash

Dari awal pemain sudah distimulus untuk berlari kearah area permainan sembari mengatur strategi sesegera mungkin.

Setiap momen yang terjadi juga diiringi oleh narasi seakan-akan narator sudah siap dengan berbagai kemungkinan.

“FIRST BLOOD!”.

Teriakan ini lah narasi yang paling pertama ditunggu oleh pemain yang berarti seorang pemain berhasil menghabisi pemain lain untuk pertama kalinya didalam permainan.

Photo by Jason Rosewell on Unsplash

Ada banyak teriakan dari narator yang bakal kamu tunggu sebagai pemain. Teriakan yang paling dinanti adalah “SAVAGE”. Sebuah penghargaan untuk pemain yang menghabisi 5 pemain musuh dalam selang waktu yang bersamaan.

Para pemain berkompetisi untuk mendapatkan banyak hal di dalam satu permainan.

Mulai dari teriakan narator untuk menginformasikan status permainan, teriakan narator untuk memberitahukan kamu kalah atau menang. Kamu akan kehilangan bintang kalau kalah dalam mode “Rank” dan hero yang kamu pakai akan kehilangan persen statistik kemenangan.

Jika dilihat, dari segi suara latar saja pemain distimulus untuk kompetitif. Game dalam bentuk digital adalah permainan yang sangat mudah untuk dimainkan. Karena itulah Game Online berbasis mobile cepat berkembang dan digandrungi.

Controllernya gampang, tampilan mudah dipahami dan bisa bermain dengan teman adalah beberapa alasan kenapa game MOBA berkembang pesat jumlah penggunanya.

A close-up of a DJ's hand adjusting dials on a turntable
Photo by Marcela Laskoski on Unsplash

Sekarang setelah bercerita panjang lebar pengalaman pribadi bermain game yang membuat tetap terjaga dan tidak ngantuk dan pemain yang distimulus untuk tetap kompetitif dan fokus menyelesaikan misi.

Indowonders tidak ingin kalian menggarisbawahi kalau game itu buruk, tidak.

Tren game saat ini banyak memunculkan figur-figur panutan baru. Idola tidak hanya berasal dari panggung hiburan. Idola bisa berasal dari mahirnya seseorang dalam bermain game.

Bermunculan kompetisi dengan skala kecil hingga besar dan memunculkan perusahaan yang menaungi tim profesional yang berisi pemain-pemain game handal untuk diuji kehandalan dan kerja sama timnya didalam sebuah kompetisi.

Bermunculan pulan ladang uang baru seperti “joki rank” dimana seseorang pemain yang handal membuka jasa untuk membantu akun game pemain lain untuk mencapai rangking tertentu didalam game.

Indowonders ingin membawa gagasan ini kepada kamu-kamu yang bermain game untuk sekedar hobi, menghabiskan waktu, membuang suntuk dan mencari ngantuk sebelum jam tidur.

Tidur itu merupakan suatu kegiatan dimana tubuh kita diajak untuk beristirahat. Untuk ukuran tidur yang baik itu 1/3 waktu dalam sehari kita habiskan untuk beristirahat 2/3 nya lagi digunakan untuk beraktifitas.

Keseharian penuh dengan kompetisi, baik dalam pendidikan, pekerjaan atau mungkin bahkan dalam pergaulan.

Photo by Dimon Blr on Unsplash

Jika kamu membawa suasana kompetisi tersebut berdekatan dengan jam tidur, maka besar kemungkinan kamu tidak akan bisa tidur nyenyak atau bahkan tidak bisa tidur sama sekali.

Salah satu jalan keluar untuk mengatasi insomnia adalah mematikan segala bentuk perangkat keras yang kemampuannya untuk mengakses informasi dan mematikan lampu kamar.

Kenapa? karena jika kita mengakses informasi sebelum tidur maka pada saat kamu bersiap-siap untuk terlelap, dikepalamu akan hadir pemikiran baru.

Jika pemikiran baru tersebut berkaitan dengan pekerjaan, niat untuk sukses, rasa bersalah kenapa tidak pernah berhasil, kenapa dari dulu tidak dimulai ini itu.

Brown and white cat with whiskers yawning and showing teeth and tongue
Photo by Cel Lisboa on Unsplash

Maka jangankan untuk tidur nyenyak, tidur pun bisa tidak jadi.

Sekarang bagaimana dengan pengaruh game terhadap kualitas tidur. Jika kamu menang dalam satu permainan, kamu tidak akan nyenyak tidur.

Alam bawah sadar yang memiliki ketertarikan akan suasana kemenangan akan memaksa kamu untuk bermain terus menerus.

Jika kamu kalah? sudah tentu kamu semakin tidak bisa tidur. Akan timbul perasaan bersalah maupun menyalahkan keadaan.

Apakah itu jaringan internet yang lambat, permainan satu tim yang kurang greget, salah satu pemain tidak bisa diajak kerja sama dan alasan-alasan lain yang sudah dicerna dan dibawa tidur.

Tidur tidak akan nyenyak. Tidur itu membantu tubuh dan pikiran merilekskan diri. Jika salah satu tidak rileks maka kamu tidak akan nyenyak.

Photo by Japheth Mast on Unsplash

Pernah punya pengalaman ingin tidur tapi digangguin teman? jadi tidur? tentu tidak.

Tubuh dan pikiran harus bersinergi. Harus mendapatkan porsi yang sama ketika tidur.

Sama halnya jika badan sudah rileks tetapi pikiran terbang jauh kemana-mana. Mata sudah tertutup tetapi dalam hati masih muncul teriakan “DOUBLE KILL! TRIPLE KILL! MANIAC! SAVAGE! VICTORY!”, mana bisa tidur.

Sama juga dengan misal badan sudah rileks tetapi pikiran tidak pernah lepas dari beban pekerjaan, masih ada timbul rasa kalau effort yang dikeluarkan tidak sebanding dengan apa yang didapatkan… bla bla bla.

Untuk itulah kenapa ketika memutuskan untuk tidur, jauhkanlah segala bentuk perangkat yang berfungsi mengakses informasi. Hal tersebut meminimalisir otak untuk masuk kedalam mode kompetitif.

Photo by Jonathan Daniels on Unsplash

Beristirahat dengan tidur nyenyak karena sangat membantu tubuh untuk melakukan proses metabolisme sesuai jamnya. Tubuhmu hanya satu, rawat baik-baik.